Konsep Berbeda, Halal Bihalal SMKN 3 Salatiga Libatkan Siswa sebagai Tuan Rumah

Halal bihalal tahun ini dikemas dengan konsep berbeda, yaitu menempatkan guru sebagai tamu dan siswa sebagai tuan rumah. Setiap kelas disulap menjadi “rumah” yang menyambut kedatangan rombongan guru secara bergiliran. Para siswa menata ruang kelas serta menyiapkan hidangan khas Lebaran yang masih layak konsumsi, yang dikenal dengan istilah “turbo” (turahan bodo), dan disajikan layaknya jamuan hari raya.

Untuk mendukung kelancaran kegiatan, setiap kelas membentuk kepanitiaan kecil yang bertugas mengatur jalannya acara, mendokumentasikan kegiatan, serta menyampaikan ucapan halal bihalal kepada para guru. Rombongan guru kemudian berkunjung dari satu kelas ke kelas lainnya, disambut oleh siswa, dilanjutkan dengan ramah tamah, permohonan maaf, dan diakhiri dengan musyafahah atau saling bersalaman.

Kepala SMK Negeri 3 Salatiga, Sriyanto, menyampaikan bahwa kegiatan Pesantren Ramadhan dan halal bihalal merupakan bagian dari upaya sekolah dalam membentuk karakter peserta didik secara menyeluruh. “Melalui kegiatan ini, kami ingin membentuk siswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki sikap religius, kepedulian sosial, serta kemampuan menjalin hubungan yang baik dengan sesama,” ujarnya.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, peserta didik tidak hanya memperoleh pemahaman keagamaan yang lebih baik, tetapi juga belajar tentang pentingnya toleransi, tanggung jawab, serta etika dalam kehidupan bermasyarakat. Sekolah berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang harmonis dan berkarakter.

Jurnalis: Ana Khoyrotun Nissa dan Nur Aini Apriliana (X Mekatronika 1)
Editor: Dwi Hastuti, M.Pd.

Perpustakaan Edelweis Cendekia, SMK Negeri 3 Salatiga